Tantangan Dalam Pola Beternak Intensif, Kurniawan Dewanto: Kami Bantu Pemberian Bibit Rumput

Kabid Peternakan dari Dinas Pertanian, Kurniawan Dewanto
Kabid Peternakan dari Dinas Pertanian, Kurniawan Dewanto

Sangatta – Wilayah Kabupaten Kutai Timur yang memiliki hamparan wilayah luas dan memiliki berbagai macam aktifitas industri dalamnya ternyata tak lepas dari berbagai tantangan yang harus dihadapi.

Salah satu diantaranya adalah industricatau aktifitas peternakan, dimana saat ini masih banyak pelaku gembala sapi yang melakukan cara pemeliharaannya dengan hanya melepaskan sapi-sapinya ke alam terbuka.

Hal ini tentu menimbulkan persoalan tersendiri. Kurniawan Dewanto, selaku Kabid Peternakan Dinas Pertanian tengah berupaya merubah pola ekstensif menjadi insentif, dimana sapi yang tadinya bebas berkeliaran, kini menjadi dikandangkan.

Cara yang ditempuh ini pun masih menghadapi tantangan, yaitu perihal pakan ternak itu sendiri.

“Kemudian kelemahannya adalah ke pemberi pakan, karna selama ini kan pakannya mereka itu kan nggak ngurus, dilepas ya sudah gemuk kan.” Ujar Kurniawan

Saat di temui dalam sebuah wawancara, Kurniawan menyampaikan solusi atas pernasalahan tersebut, ia mengatakan, “Nah pakannya harus bagaimana? Pakannya harus bantu disini adalah pemberian bibit rumput yang unggul, ada namanya bibit pakchong. Pakchong itu dia punyai produksi per meter persegi tu sampai bisa maksimal 25 kilogram per dua bulan.”

Bibit rumput ini diyakini dapat menjadi solusi dari persoalan pakan ternak yang harus dipenuhi oleh peternak sapi ketika mereka memilih untuk mengkandangkan sapi mereka.

Dengan diberikan bantuan bibit rumput, harapannya para peternak bisa bekerja lebih mudah dan lebih nyaman dalam beternak.

“Nggak perlu harus satu hamparan, tapi bisa di spot-spot yang terbuka. Yang penting adalah dekat. Supaya apa? Mereka tidak harus mengeluarkan waktu, tenaga, biaya yang lebih besar kalau dia harus cari naik motor atau naik mobil jauh disana.” Pungkasnya.ADV

Loading