Sangatta – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur, mengungkapkan bahwa meskipun alokasi anggaran APBD tahun ini sebesar 9 triliun rupiah, tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan tetap besar. Dari total anggaran tersebut, paling tidak 15% diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan dan pembuatan jalan.
“Anggaran APBD kita di tahun ini ada 9 triliun dan untuk yang diprioritaskan menjadi anggaran pembangunan infrastruktur khususnya perbaikan dan pembuatan jalan itu paling tidak ada 15% itu minimalnya dari APBD,” kata Jimmi. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ketika digabung dengan anggaran dari dinas terkait lainnya, seperti Dinas Perkim, anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jalan mencapai sekitar 20% dari total APBD.
Namun, menurut Jimmi, meskipun sudah dialokasikan 20% dari total anggaran, pembangunan infrastruktur jalan masih menghadapi banyak kendala. “Walaupun sudah pakai 20% anggaran dari total APBD, pembangunan infrastruktur jalan itu tidak akan semudah itu untuk memeratakannya karena selain demografi kita luas, banyak juga gang atau jalan-jalan kecil yang menghubungkan antar RT,” ujarnya.
Ia menyoroti bahwa meskipun anggaran sebesar 20% ini tampak besar, hasilnya belum terlihat nyata di lapangan. “Anggaran 20% yang cukup banyak ini ibaratnya tidak terlihat prosesnya dan kalau dikerjakan kecil-kecil dari setiap gang itu juga tidak sepenuhnya tuntas,” tambah Jimmi. Menurutnya, bahkan pengerjaan infrastruktur jalan di satu gang pun seringkali tidak tuntas.
Jimmi menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kutai Timur adalah luasnya wilayah dan banyaknya jalan kecil yang perlu diperbaiki. “Demografi kita luas, banyak jalan-jalan kecil yang perlu diperbaiki, dan itu memerlukan anggaran yang besar serta koordinasi yang baik,” jelasnya.
Dalam pandangannya, upaya untuk meningkatkan kualitas jalan di Kutai Timur harus terus didorong, namun juga perlu realisasi yang lebih terarah dan efisien. “Kami di DPRD akan terus mendorong agar anggaran yang ada bisa digunakan seefektif mungkin untuk memperbaiki dan membangun infrastruktur jalan yang memadai bagi masyarakat,” tutup Jimmi.
Dengan perencanaan dan pelaksanaan yang lebih baik, Jimmi berharap tantangan dalam pembangunan infrastruktur jalan di Kutai Timur bisa diatasi, sehingga masyarakat dapat merasakan manfaat dari alokasi anggaran yang telah disediakan. ADV
![]()






