Ketua Komisi D DPRD Kutim: Masalah Ekonomi Jadi Pemicu Utama Perceraian

DPRD Kutim, Yan.
DPRD Kutim, Yan.

Sangatta – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, Yan, mengatakan bahwa faktor utama yang menyebabkan meningkatnya angka perceraian di wilayah tersebut adalah masalah ekonomi keluarga. Menurutnya, meningkatkan kondisi ekonomi keluarga adalah langkah krusial untuk menurunkan angka perceraian.

“Kalau saya lihat, mendorong perbaikan ekonomi kita sangat penting. Setiap anak muda sekarang bermotivasi untuk memperbaiki taraf hidup, mencari pekerjaan, berkebun, atau apapun demi meningkatkan kesejahteraan. Di Kutai Timur, banyak lapangan pekerjaan tersedia,” ucap Yan.

Ia mengungkapkan bahwa meskipun anak muda sangat termotivasi untuk meningkatkan taraf (standar kehidupan) hidup mereka, faktor ekonomi tetap menjadi tantangan besar yang mempengaruhi stabilitas keluarga. Ia mengamati bahwa masalah ekonomi seringkali menjadi pemicu utama konflik dalam rumah tangga, yang akhirnya berujung pada perceraian.

“Salah satu penyebab utama perceraian ini adalah masalah dalam keluarga karena faktor ekonomi. Ketika kondisi ekonomi tidak stabil, tekanan dalam rumah tangga meningkat dan sering kali menyebabkan konflik yang berujung pada perceraian,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya dukungan ekonomi yang solid untuk masyarakat Kutai Timur. Ia mendorong pemerintah daerah untuk terus berfokus pada penciptaan lebih banyak lapangan kerja dan perbaikan kondisi ekonomi secara menyeluruh.

“Kita harus mendorong perbaikan ekonomi di Kutai Timur dengan menciptakan lebih banyak peluang pekerjaan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan begitu, kita bisa mengurangi angka perceraian yang disebabkan oleh masalah ekonomi,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Yan juga mengajak anak muda di Kutai Timur untuk terus berusaha memperbaiki taraf hidup mereka melalui berbagai kegiatan produktif dan kreatif. Menurutnya, semangat untuk bekerja keras dan meningkatkan kesejahteraan pribadi dapat berkontribusi pada stabilitas keluarga dan mengurangi angka perceraian.

“Saya melihat anak-anak muda sekarang sangat bermotivasi untuk memperbaiki taraf hidup mereka. Ini adalah hal yang positif dan harus terus didukung. Dengan semangat ini, kita bisa membantu mengurangi angka perceraian dan membangun keluarga yang lebih stabil,” tutupnya.

Dengan pernyataannya ini, Yan berharap bahwa perhatian terhadap faktor ekonomi dapat menjadi solusi untuk menekan angka perceraian di Kutai Timur, serta menciptakan kondisi sosial yang lebih baik dan stabil bagi masyarakat. ADV

Loading