Kutai Timur – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr. Bahrani, menegaskan pentingnya pengobatan antiretroviral (ARV) yang rutin bagi penderita HIV/AIDS. Menurutnya, dengan konsumsi ARV secara teratur, virus dalam tubuh dapat ditekan hingga tidak terdeteksi, yang berarti penderita tidak akan menularkan HIV kepada orang lain.
“Kami mengedepankan prinsip u = u, yang berarti undetected (virus tidak terdeteksi) sama dengan uncontagious (tidak menularkan). Dengan ARV rutin, virus bisa ditekan, sehingga penderita tetap sehat dan tidak menularkan,” jelas dr. Bahrani.
Ia juga menambahkan bahwa meskipun HIV tidak dapat disembuhkan, penderita dapat menjalani hidup normal, termasuk menikah dan memiliki anak tanpa risiko penularan, selama mereka disiplin dalam mengonsumsi ARV.
“HIV itu tidak bisa sembuh, tetapi bisa dikendalikan. Banyak penderita HIV yang hidup seperti biasa selama rutin minum obat,” ujarnya.
Dinas Kesehatan Kutim terus mendorong agar ARV mudah diakses di berbagai fasilitas kesehatan, memastikan pengobatan yang tepat waktu dan berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup penderita dan memutuskan rantai penularan HIV. (SH/ADV)
![]()






