Kutai Timur – Kepala DP2KB Kabupaten Kutai Timur, Achmad Junaidi, mengungkapkan penurunan signifikan jumlah kasus stunting di wilayahnya, meski data terkini masih dalam proses finalisasi. Berdasarkan laporan awal dari PPBG, angka kasus stunting saat ini tercatat mencapai 1.801 orang.
“Penurunan ini menunjukkan tren yang positif, namun kami masih melakukan pembaruan data untuk memastikan keakuratan serta mengoptimalkan kolaborasi dalam penanganan keluarga berisiko stunting,” ujar Junaidi.
Upaya penurunan stunting melibatkan sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Baznas dan perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Junaidi menjelaskan bahwa Baznas akan berperan dalam mendukung pembiayaan kegiatan di lapangan dengan pendekatan berbasis prinsip syar’i. Di sisi lain, CSR dari perusahaan akan fokus pada intervensi langsung di masyarakat.
“Kerja sama ini memungkinkan kami menjangkau lebih banyak keluarga dengan pendekatan yang terencana dan terpadu,” tambahnya.
Dengan dukungan pemerintah, Baznas, dan perusahaan, DP2KB optimis program penurunan stunting di Kutai Timur akan semakin efektif dan memberikan dampak nyata dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. (SH/ADV)
![]()






