Kutai Timur – Dalam upaya mengurangi angka stunting di Kutai Timur, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bahrani, menegaskan bahwa pencegahan harus dimulai sejak awal kehamilan dan berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan, yang mencakup periode mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
“Pencegahan stunting sangat bergantung pada pola makan ibu hamil dan perawatan kesehatan yang optimal selama masa kehamilan,” ungkap dr. Bahrani.
Untuk mendukung upaya ini, fasilitas kesehatan di Kutai Timur, termasuk Posyandu, berperan penting dalam pemeriksaan kesehatan ibu dan anak. Pemerintah daerah menyediakan berbagai alat kesehatan untuk screening, salah satunya pemeriksaan hemoglobin bagi ibu hamil, guna memastikan mereka mendapatkan perawatan yang tepat.
“Melalui antenatal care yang sesuai standar, kami berharap ibu hamil dapat menjalani kehamilan sehat dan bayi yang lahir dapat tumbuh tanpa komplikasi,” tambah dr. Bahrani.
Menurut dr. Bahrani, dengan pencegahan yang dilakukan secara tepat pada 1000 hari pertama kehidupan, pertumbuhan anak akan terjaga. Namun, apabila terlambat, pencegahan stunting tidak lagi memungkinkan, dan yang dibutuhkan adalah pengobatan yang intensif untuk mengatasi dampaknya. “Mencegah lebih baik daripada mengobati,” tutupnya. (SH/ADV)
![]()






