Kutai Timur – Dinas Kesehatan Kutai Timur (Dinkes Kutim) mengungkapkan enam pilar utama dalam transformasi kesehatan, khususnya di bidang pelayanan primer melalui Puskesmas.
Kepala Dinkes Kutim, dr. Bahrani Hasanal, menjelaskan bahwa pilar pertama adalah transformasi kesehatan di Puskesmas itu sendiri, yang diharapkan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat secara efektif.
Pilar kedua adalah transformasi di bidang rujukan, yaitu penguatan layanan di rumah sakit untuk memastikan pasien mendapatkan perawatan yang tepat dan cepat.
Selanjutnya, dr. Bahrani menyebutkan pilar ketiga yang berkaitan dengan sumber daya manusia kesehatan, di mana Dinkes Kutim berupaya memenuhi kekurangan tenaga kesehatan melalui berbagai metode, termasuk outsourcing.
“Mudah-mudahan dengan macam-macam cara outsourcing dan sebagainya bisa dipenuhi,” katanya.
Pilar keempat adalah pembiayaan kesehatan, yang mencakup program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan Universal Health Coverage (UHC). Ini merupakan langkah penting untuk memastikan akses masyarakat terhadap layanan kesehatan.
Transformasi digitalisasi menjadi pilar kelima, yang memudahkan masyarakat dalam melaporkan keluhan atau kebutuhan kesehatan mereka melalui aplikasi di smartphone, sehingga lebih efisien dan responsif.
“Jadi pelayanan cepat tinggal pakai HP saja sudah bisa, kalau dulu harus ke pengaduan dulu,” jelasnya.
Pilar terakhir, yaitu ketahanan kesehatan, bertujuan untuk memastikan masyarakat tidak kesulitan dalam mencari kebutuhan dasar seperti masker dan alat kesehatan lainnya, terutama di tengah situasi darurat.
Dengan enam pilar ini, Dinkes Kutim berharap dapat memberikan layanan kesehatan yang lebih baik dan berkelanjutan bagi masyarakat. (SH/ADV)
![]()






