Bonus Demografi Kutim di Ujung Tanduk: DPPKB Tegaskan Pencegahan Stunting Kunci Lahirnya Generasi Emas yang Siap Kerja

Kutai Timur – Kabupaten Kutai Timur (Kutim) sedang dalam masa bonus demografi, di mana proporsi penduduk usia produktif lebih besar dibandingkan usia tidak produktif. Namun, kondisi ini harus diikuti dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar menjadi peluang pembangunan, bukan beban.

Kepala DPPKB Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa tantangan terbesar bukan hanya angka kelahiran, tetapi bagaimana menjamin generasi muda tumbuh sehat dan berdaya saing.

“Banyak penduduk usia produktif itu peluang besar. Tapi harus kita pastikan mereka sehat dan siap kerja. Kalau tidak, justru jadi masalah baru,” ujar Junaidi kepada awak media.

Junaidi menjelaskan bahwa pencegahan stunting menjadi syarat utama dalam kesiapan generasi emas tersebut. Anak yang mengalami kekerdilan memiliki risiko keterbatasan kemampuan belajar, kesehatan buruk, hingga kesulitan bersaing di dunia kerja.

“Kalau hari ini kami gagal mencegah stunting, maka kami tentunya kehilangan satu generasi produktif ke depan,” jelasnya.

Karena itu, integrasi program DPPKB dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain terus diperkuat. Program pendidikan kesetaraan, pelatihan vokasi, dan penyerapan tenaga kerja wajib diarahkan untuk keluarga yang termasuk dalam basis data risiko.

“Kami ingin semua sektor bergerak dari hulu. Agar anak-anak Kutim ketika dewasa tidak hanya tumbuh tinggi, tapi juga memiliki keterampilan,” tegasnya.

Dirinya memastikan bahwa percepatan penurunan risiko keluarga masuk dalam strategi besar persiapan SDM Kutim yang unggul. Ia percaya dengan kerja bersama, bonus demografi akan menjadi modal kemajuan daerah.

“Generasi yang kita selamatkan hari ini adalah penopang masa depan Kutim. Jangan sampai terlambat,” pungkasnya. ADV

Loading