Karangan Kutim Siap Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Baru: Sinergi Kakao, Wisata, dan Digitalisasi

Kutai Timur- Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), terus menunjukkan geliat kemajuan yang konsisten dalam beberapa tahun terakhir. Dengan kekayaan alam yang melimpah, sektor pertanian produktif, serta industri olahan kakao yang semakin berkembang, wilayah ini siap melangkah sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru di Kutim.

“Kami punya potensi besar, tinggal bagaimana kita kelola dengan baik. Semua sektor bisa berkembang,” ucap Camat Karangan, Madnuh saat diwawancarai.

Potensi Wisata Alam Karangan menjadi daya tarik utama. Keindahan Gua Araraya, megahnya Gunung Beriun, dan sumber air panas alami siap dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan berbasis ekowisata. Dengan perbaikan akses jalan provinsi menuju Berau, kunjungan wisatawan dinilai akan meningkat pesat dan membuka lapangan kerja baru.

Di sisi lain, Sektor Pertanian adalah tulang punggung ekonomi Karangan. Komoditas kakao yang merupakan yang terbesar di Kalimantan Timur (Kaltim) kini telah diolah menjadi cokelat batangan dan permen oleh UMKM setempat. Jika pemasaran diperkuat dan infrastruktur ditingkatkan, produk kakao Karangan berpotensi menembus pasar nasional dan internasional.

Peningkatan Layanan Dasar juga terus dikejar. Pemanfaatan teknologi digital mulai diperkenalkan ke sekolah-sekolah, diperkuat oleh akses internet gratis program “Gratis Pol” yang memperluas konektivitas hingga ke desa-desa.

Madnuh optimistis, Karangan dapat berkembang lebih cepat dengan dukungan seluruh pihak.

“Kalau semua kompak, Karangan bisa jadi unggulan,” ujarnya.

Kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, desa, perusahaan, lembaga pendidikan, dan masyarakat menjadi kunci untuk menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan. Karangan kini menegaskan posisinya sebagai kecamatan yang tidak hanya kaya potensi, tetapi juga memiliki visi dan kemauan kuat untuk maju, siap menjadi daerah mandiri yang berdaya saing tinggi dan berkontribusi nyata terhadap pertumbuhan wilayah pesisir Kutim.ADV

Loading