Kutai Timur —Dinas Pekerjaan Umum dan Jasa Konstruksi (PUPR) Kutai Timur mendorong kompetensi tenaga kerja konstruksi lokal melalui program sertifikasi yang terintegrasi dengan Mobile Training Unit (MTU).
Program ini memungkinkan tenaga konstruksi mengikuti pelatihan dan uji kompetensi langsung di wilayah masing-masing, termasuk daerah terpencil.
Plt. Kepala PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menegaskan sertifikasi ini menjadi tolok ukur kemampuan teknis tenaga konstruksi dan kualitas proyek di Kutai Timur.
“Tenaga kerja yang tersertifikasi dapat memastikan proyek dilaksanakan aman, sesuai standar, dan berkualitas,” ujar Joni.
Sejak 2015 hingga 2025, lebih dari 1.100 tenaga konstruksi dan 118 tenaga ahli telah tersertifikasi dari total pendaftar yang mengikuti program. Capaian ini menunjukkan komitmen daerah dalam meningkatkan SDM sektor konstruksi.
Program MTU menjangkau 18 kecamatan, memberi kesempatan bagi pekerja yang tinggal di daerah terpencil atau belum memiliki KTP Kutim, tetapi telah lama berdomisili di kabupaten ini, untuk ikut pelatihan.
“Sertifikasi juga meningkatkan daya saing tenaga konstruksi lokal serta menumbuhkan kepercayaan investor terhadap kualitas proyek di daerah,” imbuhnya.
PUPR Kutim menargetkan 50 persen tenaga konstruksi lokal tersertifikasi pada 2029, seiring penguatan kapasitas pelaku usaha dan tata kelola konstruksi yang profesional.
Joni menambahkan bahwa program ini akan terus diperluas agar semakin banyak tenaga konstruksi lokal siap bersaing dan mendukung pembangunan daerah.
“Kita berharap kualitas infrastruktur di Kutai Timur semakin terjamin, sekaligus menciptakan ekosistem jasa konstruksi yang profesional dan kompetitif,” pungkasnya.
![]()






