Kominfo Kutim Perluas Akses Internet ke 38 Desa Blank Spot

Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus mempercepat pemerataan akses jaringan internet sebagai bagian dari penguatan layanan publik dan peningkatan kualitas penyelenggaraan pemerintahan berbasis digital.

Akses jaringan dianggap penting untuk mendukung pelayanan administrasi, pendidikan, kesehatan, hingga pengembangan ekonomi digital di wilayah pedesaan.

Upaya perluasan jaringan tersebut diarahkan untuk menjangkau wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan sinyal atau blank spot.

Pendekatan dilakukan secara bertahap agar pemasangan jaringan sesuai dengan kondisi infrastruktur dan kebutuhan pelayanan dasar setiap wilayah.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Kutai Timur Ronny Bonar Hamonangan Siburian menyampaikan hal ini di Kutai Timur.

“Terdapat 38 desa yang sebelumnya telah mendapat bantuan pemasangan jaringan internet secara bertahap untuk mengisi titik blank spot,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa bantuan pemasangan tersebut dimanfaatkan untuk menjangkau lokasi-lokasi pelayanan penting di desa. Sasaran pembangunan tidak hanya terpusat pada kantor pemerintahan, tetapi juga fasilitas publik yang digunakan masyarakat setiap hari.

Menurutnya, tujuan utama perluasan jaringan ini adalah memastikan akses internet dapat mendukung aktivitas layanan dasar. “Agar jaringan menjangkau wilayah pelayanan dasar, bukan hanya pusat pemerintahan desa,” lanjut Ronny.

Perluasan jaringan ini memberikan dukungan langsung bagi layanan pendidikan di sekolah, pelayanan kesehatan di puskesmas dan pustu, serta pelayanan administrasi di kantor desa. Masyarakat dapat mengakses informasi dan layanan digital secara lebih mudah dan terjangkau.

Pemerintah Kabupaten Kutai Timur masih melakukan pemetaan lanjutan untuk mengidentifikasi desa yang membutuhkan dukungan jaringan serupa. Pemetaan tersebut menjadi dasar untuk menentukan prioritas pembangunan berikutnya.

Ronny berharap pemerataan jaringan digital dapat terus berjalan secara berkelanjutan dan melibatkan kolaborasi berbagai pihak, sehingga akses internet tidak hanya tersedia di wilayah perkotaan, tetapi merata hingga seluruh desa dalam kabupaten. (SH/ADV)

Loading