Sangatta – Ketua DPRD Kutai Timur, Joni, tidak mempermasalahkan aksi May Day yang berlangsung di dua lokasi berbeda di Kutai Timur, yaitu di Bukit Pelangi dan Polder Danau Polder Ilham Maulana Pasar Induk.
Menurut Joni, kegiatan di dua lokasi tersebut merupakan bagian dari ekspresi dan orasi yang sama dari para buruh.
“Tidak ada masalah dengan aksi di dua tempat. Ini hanya cara lain untuk mengekspos gerakan mereka kepada masyarakat luas,” ungkap Joni.
Joni menambahkan bahwa semua tuntutan yang disuarakan di kedua lokasi tersebut tetap akan diteruskan ke pihak yang berwenang. Ia menegaskan bahwa kegiatan May Day ini penting untuk memberi ruang kepada buruh dalam menyampaikan aspirasi dan tuntutan mereka.
“Di mana pun mereka menyuarakan, tujuannya sama dan akan tetap sampai kepada kami juga,” jelas Joni.
Dia juga menekankan pentingnya kegiatan ini terlaksana dengan tertib dan tidak mengganggu aktivitas publik.
“Yang penting semua berjalan dengan tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum. Kami di DPRD siap mendengarkan dan menampung setiap aspirasi yang disampaikan,” tutur Joni.
Joni berharap bahwa dengan diselenggarakannya May Day di dua lokasi berbeda, pesan dan tuntutan para buruh bisa terdengar lebih luas dan mendapatkan perhatian serius dari semua pihak terkait.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, Joni optimis bahwa tuntutan para buruh akan mendapatkan respons yang positif dan kontributif untuk peningkatan kesejahteraan buruh di Kutai Timur. ADV
![]()






