Sangatta – Yosep Udau, Anggota Komisi B Kutim terus berkomitmen untuk melakukan pencegahan dan penanggulangan terhadap ancaman bahaya kebakaran yang saat ini semakin meresahkan masyarakat Kabupaten Kutai Timur.
Dalam upayanya pihaknya melakukan sosialisasi di kecamatan Bengalon untuk membuat penampungan air di setiap desa agar bisa digunakan untuk memadamkan kebakaran jika sewaktu-waktu terjadi bencana kebakaran.
“Ya rencana waktu kami sosialisasi di (Kecamatan) Bengalon itu dibikin tampungan air. Yang penting ada tanahnya, dihibahkan oleh masyarakat setempat untuk dibikin tampungan air. Supaya sewaktu-waktu kebakaran, air sudah standby,” ujarnya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Yoseph lantaran belum setiap desa di Kabupaten Kutai Timur telah memiliki fasilitas PDAM. Oleh sebab itu usulan mengenai dibuatkannya tempat penampungan air akan menjadi masukan bagi dinas terkait.
“Karna setiap desa kan tidak ada PDAM, belum tentu ada semua lah. Jadi mungkin dibikinkan tampungan air. Dan itu yang jadi masukan di dinas terkait,” tuturnya.
Di sisi lain Yosep juga menyampaikan bahwa pihaknya berencana melakukan studi banding ke kota Surakarta dalam waktu dekat ini dalam rangka mempelajari dan membandingkan rancangan Perda yang sedang digodok oleh pemerintah Kabupaten Kutai Timur terkait penanggulangan bahaya kebakaran.
“Kemarin sempat diusulkan untuk ke Semarang. Tapi disana tidak siap menerima, karena mungkin sibuk jadi yang menerima Surakarta. Tanggal 24 bulan ini,” kata Yosep.
“Mereka sudah berjalan Perda-nya. Kita mempelajari disana, kita bandingkanlah Perda yang mau kita bikin nanti. Perda mereka bagaimana, kita bandingkan. Kira-kira kekurangan ditempat kita apa. Kalau punya mereka lebih baik ya kita ikuti,” sambungnya.
Lebih lanjut Yosep mengatakan bahwa pihaknya harus terus melakukan sosialisasi ke masyarakat untuk menekan dan mengurangi ancaman bahaya kebakaran dengan aturan-aturan maupun kebijakan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Ya tergantung sosialisasi lagi ke masyarakat. Harus rajin-rajin turun (ke masyarakat) karena masyarakat kita ini cukup luas lah, di Kutai Timur. Apalagi desanya jauh-jauh ya kita hanya berusaha menekan bagaimana supaya bisa berkurang kebakaran dengan ketentuan-ketentuan yang sudah kita atur. Ya jarak rumahnya, standar kabelnya,” pungkasnya. ADV
![]()






