BOSDA Kutim Naik Dua Kali Lipat, Pungutan Sekolah Dihapus

Kutai Timur – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur mengambil langkah besar untuk meringankan beban masyarakat dengan menghapus segala bentuk pungutan di sekolah. Langkah ini diiringi dengan peningkatan anggaran Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) hingga dua kali lipat pada tahun 2024.

Kepala Disdikbud Kutim, Mulyono, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menciptakan pendidikan yang lebih inklusif dan terjangkau, khususnya bagi keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah. “Saya tidak ingin ada lagi pungutan di sekolah-sekolah di Kutai Timur. Anggaran BOSDA sudah dinaikkan dari 8,9 miliar menjadi 19 miliar rupiah. Itu cukup untuk memenuhi kebutuhan sekolah,” tegasnya, Senin (11/11/2024).

Disdikbud juga mengimbau orang tua untuk melaporkan jika masih ada pungutan yang dibebankan oleh sekolah, seperti untuk pengecatan atau pembelian fasilitas tambahan. Mulyono menegaskan bahwa pungutan, meski kecil, bisa menjadi beban besar bagi sebagian keluarga di Kutai Timur.

Selain itu, kebijakan ini juga didukung dengan program bantuan pulsa untuk sekolah dan madrasah, guna menunjang pembelajaran berbasis teknologi. Beasiswa untuk siswa juga direncanakan cair pada November 2024, memberikan dukungan langsung agar anak-anak tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa hambatan biaya.

Dengan langkah-langkah tersebut, pemerintah berharap kebijakan ini dapat memperkuat sistem pendidikan Kutai Timur dan meringankan beban keluarga di seluruh wilayah. (SH/ADV)

Loading