Kutai Timur – Kawasan Wehea–Kelay kembali disorot sebagai salah satu bentang alam paling penting untuk menjaga kelangsungan hidup orangutan di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kutim, Adrian Wahyudi, menjelaskan bahwa kawasan ini membentang luas dari Wahau menuju Berau dan telah ditetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) oleh Gubernur Kaltim.
“Wehea Kelai itu habitatnya orangutan. Dia juga lintas Kutim–Berau,” ujar Adrian kepada awak media.
Menurut Adrian, kawasan ini memiliki fungsi ekologis yang tidak tergantikan. Ketersediaan pohon besar, tutupan hutan yang tinggi, serta konektivitas habitat menjadikan Wehea–Kelay sebagai rumah bagi satwa langka dan peka terhadap perubahan.
Penetapan kawasan ini dalam Surat Keputusan (SK) KEE bukan hanya simbol perlindungan, tetapi juga mandat bagi pemerintah daerah dan provinsi untuk menyusun strategi konservasi yang lebih kuat.
Ia menekankan bahwa kawasan ini akan dimasukkan secara jelas dalam Rencana Induk Pengelolaan Keanekaragaman Hayati (RIP Kehati) Kutim agar pengelolaannya terarah dan memiliki dasar hukum kuat.
Dengan begitu, setiap perubahan ruang, kegiatan industri, maupun aktivitas masyarakat dapat dipantau dan disesuaikan dengan prinsip pelestarian habitat orangutan.
Dirinya menjelaskan bahwa dimasukkannya kawasan ini dalam dokumen kehati merupakan langkah penting agar konservasi tidak hanya berbentuk imbauan, tetapi menjadi kebijakan yang mengikat.
Meskipun pengelolaan utama berada dalam kewenangan provinsi, Kutim tetap memiliki tanggung jawab untuk memastikan aktivitas lintas wilayah tidak merusak hutan.
Ia menjelaskan bahwa kawasan seperti Wehea–Kelay memerlukan strategi perlindungan khusus, termasuk pemantauan satwa, pengendalian konflik manusia–satwa, dan penguatan peran masyarakat adat yang selama ini menjadi penjaga hutan.
Dengan memasukkan Wehea–Kelay dalam rencana induk dan strategi lingkungan, diharapkan kawasan ini tetap menjadi benteng terakhir orangutan di timur Kalimantan.
Langkah ini menjadi pengingat bahwa pembangunan harus berjalan sejalan dengan pelestarian lingkungan. (TS) ADV
![]()






