Enam SPM Kesehatan Jadi Prioritas Dinkes Kutim, Puskesmas Perkuat Pelayanan

Kutai Timur – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) memfokuskan pelaksanaan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk memastikan masyarakat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Pemenuhan standar tersebut menjadi salah satu indikator kinerja pemerintah daerah dalam penyelenggaraan pelayanan publik di bidang kesehatan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa enam SPM yang menjadi tanggung jawab bidangnya mencakup pelayanan bagi penderita tuberkulosis (TBC), HIV, hipertensi, penduduk usia produktif, diabetes melitus, serta orang dengan gangguan jiwa berat.

“SPM ini kinerjanya juga menjadi bagian dari keberhasilan kepala daerah. Karena itu, enam SPM yang menjadi tanggung jawab kami harus dilaksanakan sesuai target,” ujarnya.

Menurut Sumarno, pelaksanaan SPM tidak hanya berfokus pada penanganan masyarakat yang telah terdiagnosis penyakit. Pelayanan juga mencakup berbagai upaya untuk menjangkau kelompok sasaran, mulai dari pencegahan dan pemeriksaan hingga pemantauan serta tindak lanjut sesuai kebutuhan kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, puskesmas memegang peran penting karena menjadi fasilitas kesehatan yang berhubungan langsung dengan masyarakat. Setiap program memiliki petugas penanggung jawab yang bertugas menjalankan kegiatan sekaligus melaporkan perkembangan pelaksanaannya kepada Dinkes Kutim.

Pelaporan tersebut menjadi bagian dari mekanisme pemantauan untuk mengetahui sejauh mana pelayanan telah diberikan dan target program tercapai. Informasi dari masing-masing fasilitas kesehatan juga membantu dinas mengidentifikasi kendala yang muncul di lapangan agar dapat ditindaklanjuti sesuai kebutuhan.

Koordinasi antara Dinkes Kutim dan puskesmas diperlukan untuk menjaga agar pelaksanaan program berjalan secara berkesinambungan. Melalui komunikasi dan pelaporan yang teratur, perkembangan pencapaian SPM dapat diketahui sehingga upaya perbaikan pelayanan bisa dilakukan ketika ditemukan hambatan.

Selain enam SPM tersebut, Dinkes Kutim juga melaksanakan sejumlah program kesehatan lainnya. Program itu meliputi surveilans penyakit, imunisasi, serta pelayanan kesehatan bagi jemaah haji. Berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat di luar sasaran enam SPM yang menjadi perhatian bidang terkait.

Sumarno menegaskan bahwa pencapaian target membutuhkan dukungan pelaksanaan program yang konsisten di seluruh fasilitas kesehatan. Karena itu, petugas penanggung jawab di puskesmas diharapkan menjalankan kegiatan sesuai tugasnya dan memastikan perkembangan pelaksanaan program dilaporkan kepada dinas.

“Pelaporan yang berjalan secara berkesinambungan diperlukan agar perkembangan program dapat dipantau dan kendala di lapangan segera ditindaklanjuti,” tegasnya.

Dengan mekanisme tersebut, Dinkes Kutim berupaya menjaga pelaksanaan pelayanan kesehatan tetap terarah sesuai sasaran. Pemantauan secara berkelanjutan juga diperlukan untuk mengetahui kebutuhan masyarakat serta memastikan kelompok yang menjadi sasaran program memperoleh pelayanan yang diperlukan.

Melalui pemenuhan enam SPM dan koordinasi bersama puskesmas, Dinkes Kutim mendorong penguatan pelayanan kesehatan, baik dari sisi pencegahan, pemeriksaan, maupun pemantauan kondisi masyarakat. Upaya ini diharapkan mendukung pencapaian target pelayanan sekaligus memperkuat penyelenggaraan kesehatan di Kabupaten Kutai Timur. (EL/ADV)

Loading