Kutai Timur — Pengelolaan data koperasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai diperkuat melalui pemanfaatan sistem informasi digital.
Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil (Diskop UMK) Kutim mengembangkan Sistem Informasi Gerak Cepat dan Tepat (SIGAP) Koperasi Kutim, sebuah sistem informasi yang dirancang untuk menghimpun dan menyajikan data koperasi secara lebih cepat, lengkap dan mudah diakses.
Kepala Bidang Kelembagaan dan Pengawasan Diskop UMKM Kutai Timur, Firman Wahyudi, menjelaskan sistem tersebut dikembangkan untuk membantu pemerintah dalam memperoleh informasi mengenai koperasi sekaligus memudahkan masyarakat ketika membutuhkan data koperasi.
Menurut Firman, gagasan pengembangan SIGAP muncul dari pengalaman di lapangan ketika informasi koperasi masih harus dicari melalui data manual. Kondisi tersebut membuat proses memperoleh informasi membutuhkan waktu lebih lama.
Ia menceritakan pengalamannya ketika berada di lapangan bersama Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman. Saat ditanya mengenai kondisi sebuah koperasi, informasi harus kembali dikonfirmasi kepada petugas di Sangatta.
“Yang seharusnya informasi bisa mungkin paling lama lima menit itu sampai hampir 15 menit karena buka lagi. Terus tim ke lapangan bawa data manual,” ujar Firman saat diwawancarai di ruang kerjanya.
Pengalaman tersebut kemudian mendorong pihaknya membuat sistem yang dapat menyimpan informasi koperasi secara lebih terstruktur dan dapat diakses ketika dibutuhkan.
“Makanya saya coba nih kemarin waktu di PM3 juga kita buat aplikasi SIGAP, Koperasi Kutim,” ucapnya.
Dirinya mengatakan SIGAP tidak hanya berfungsi sebagai tempat menyimpan data. Sistem tersebut juga dirancang untuk memberikan gambaran mengenai keberadaan dan kondisi koperasi di Kutim.
Salah satu informasi yang tersedia berkaitan dengan lokasi koperasi. Database tersebut mencantumkan alamat koperasi sekaligus titik koordinatnya sehingga keberadaan koperasi dapat diketahui secara lebih jelas.
“Artinya seperti kementerian juga punya database kita lebih lengkap. Lengkapnya apa? Alamat koperasi dan titik koordinatnya ada,” jelas Firman.
Selain lokasi, informasi yang dapat diketahui melalui sistem tersebut mencakup status koperasi, jumlah anggota hingga perusahaan yang menjadi mitra koperasi. Informasi tersebut menjadi bagian dari upaya menyediakan gambaran yang lebih lengkap mengenai koperasi yang ada di Kutai Timur.
“Udah tinggal ketik mau tahu koperasi apa, gimana statusnya, terus bermitra dengan perusahaan apa, berapa jumlah anggotanya sudah lengkap,” kata Firman.
Menurutnya, kemudahan tersebut juga ditujukan bagi masyarakat. Warga tidak harus datang langsung ke kantor dinas hanya untuk mencari informasi mengenai koperasi tertentu. Akses dapat dilakukan menggunakan telepon seluler melalui barcode maupun tautan yang disediakan.
“Sekarang kalau mau nanya tentang terkait koperasi enggak perlu harus ke dinas lagi. Kasihan jauh. Jadi masyarakat pakai handphone pun bisa,” ujarnya.
Ke depan, SIGAP masih akan dikembangkan agar informasi dan kemampuan sistem semakin lengkap. Firman menyebut pengembangan tersebut juga diarahkan pada pemanfaatan teknologi yang dapat membantu memberikan informasi secara langsung.
“Kita juga nanti bikin operator apa sistem AI menjawab langsung,” pungkasnya. (TS/ADV)
![]()






