Dinkes Kutim Lanjutkan Survei Kaki Gajah untuk Pastikan Target Eliminasi

Kutai Timur – Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur (Dinkes Kutim) melanjutkan survei kaki gajah atau filariasis untuk mengetahui kondisi infeksi di masyarakat setelah pelaksanaan pemberian obat massal pada periode sebelumnya. Pemeriksaan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam upaya mencapai eliminasi penyakit tersebut di Kutim.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kutim, Sumarno, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk mengetahui apakah masih terdapat warga yang dinyatakan positif terinfeksi. Hasil pemeriksaan nantinya menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan, termasuk pemberian pengobatan bagi warga yang masih ditemukan positif.

“Sebelum BIS, ada namanya PUPM, pemberian obat untuk kaki gajah. Obatnya sudah diberikan, jadi ini diperiksa lagi. Kalau ada yang positif, kita obati. Kalau tidak ada, kita bisa eliminasi,” ujar Sumarno.

Menurutnya, pemeriksaan lanjutan diperlukan setelah masyarakat menerima pemberian obat massal. Dengan demikian, pelaksanaan program tidak hanya berfokus pada pemberian obat, tetapi juga mengevaluasi kondisi masyarakat setelah intervensi dilakukan.

Survei tersebut membantu petugas mengetahui apakah masih terdapat indikasi infeksi yang memerlukan tindak lanjut. Apabila hasil pemeriksaan menunjukkan warga masih positif, penanganan akan dilakukan sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan medis masing-masing.

Sumarno menyebut pemeriksaan darah menjadi salah satu cara untuk mengetahui kondisi infeksi pada warga yang menjadi sasaran. Hasilnya digunakan sebagai dasar untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk pengobatan bagi warga yang terdeteksi positif pada tahap awal penyakit.

“Kalau ada yang positif dan masih stadium satu, itu kita obati supaya sembuh,” katanya.

Kaki gajah atau filariasis merupakan penyakit yang menyerang sistem limfatik. Pada kondisi tertentu, penyakit ini dapat menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh, termasuk kaki. Oleh karena itu, pemeriksaan dan penanganan kasus menjadi bagian penting dalam upaya pengendalian penyakit tersebut.

Pelaksanaan survei membutuhkan keterlibatan petugas kesehatan serta partisipasi masyarakat yang menjadi sasaran pemeriksaan. Warga diharapkan mengikuti arahan petugas agar proses pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan hasilnya dapat digunakan untuk menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Dinkes Kutim menyampaikan bahwa program pengendalian kaki gajah masih memiliki tahapan lanjutan. Namun, jadwal survei berikutnya dan hasil pemeriksaan terakhir secara lengkap masih perlu dikonfirmasi sehingga perkembangan program dapat disampaikan berdasarkan data yang akurat.

Melalui survei lanjutan setelah pemberian obat massal, Dinkes Kutim berupaya memastikan kondisi infeksi di masyarakat dapat diketahui secara lebih jelas. Warga yang masih terdeteksi positif akan mendapatkan penanganan sesuai hasil pemeriksaan, sementara hasil survei secara keseluruhan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah lanjutan menuju eliminasi kaki gajah di Kutai Timur. (EL/ADV)

Loading