Sangatta – Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy di Kabupaten Kutai Timur terus mengalami kemajuan signifikan. Ketua DPRD Kabupaten Kutai Timur, Joni, mengonfirmasi bahwa pemerintah provinsi telah memperoleh persetujuan dari pemerintah pusat untuk mempercepat realisasi KEK Maloy sebagai pusat ekonomi hilirisasi.
“Saya dengar bahwa pemerintah provinsi telah mendapat izin dari pemerintah pusat untuk mengembangkan KEK Maloy. Proyek ini sudah berjalan,” ujar Joni. Dia juga menyebutkan bahwa dirinya sempat menghadiri rapat mengenai perkembangan KEK Maloy dan memastikan proyek tersebut sudah bergerak maju.
Menurut Joni, pemerintah provinsi telah mengambil langkah-langkah penting untuk memenuhi permintaan para pengusaha yang ingin berinvestasi di kawasan tersebut. “Kemarin, ada permintaan dari para pengusaha agar lokasi dibersihkan, sehingga kami dapat melaporkan perkembangan ini kepada pimpinan,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, lahan seluas sekitar 10 hektar telah dibersihkan untuk memudahkan para pengusaha dalam memilih lokasi pembangunan. “Pemerintah provinsi telah membersihkan lahan tersebut. Sekitar 10 hektar lahan telah dibersihkan, dan para pengusaha dapat memilih lokasi yang tepat untuk membangun KEK Maloy ini,” ungkap Joni.
Pengembangan KEK Maloy diharapkan dapat menjadi pusat ekonomi hilirisasi di Kutai Timur, menarik minat para pengusaha dan investor untuk berpartisipasi dalam proyek ini. Dengan adanya persetujuan dari pemerintah pusat, realisasi KEK Maloy diharapkan akan mempercepat pembangunan ekonomi di daerah tersebut dan membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
“KEK Maloy ini merupakan versi terbaru yang sudah berjalan, bukan yang lama,” ucap Joni, menekankan bahwa proyek ini telah mengalami berbagai penyempurnaan dan penyesuaian dari rencana awal.
Dengan langkah-langkah konkret yang telah diambil oleh pemerintah provinsi dan dukungan penuh dari pemerintah pusat, KEK Maloy siap menjadi motor penggerak ekonomi di Kutai Timur. Proyek ini tidak hanya akan meningkatkan perekonomian daerah, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal melalui peningkatan lapangan kerja dan investasi.
“Ini adalah langkah besar bagi Kutai Timur, dan kami akan terus memantau perkembangan proyek ini untuk memastikan semua berjalan sesuai rencana,” kata Joni. ADV
