Kutai Timur-Kecamatan Karangan kini semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu sentra komoditas unggulan di Kalimantan Timur (Kaltim). Wilayah ini dikenal sebagai penghasil kakao terbesar di provinsi, dengan kualitas biji kakao yang mulai menarik minat pasar internasional, khususnya dari negara-negara Eropa.
“Kakao kami ini terbesar di Kaltim. Banyak peminat dari Eropa yang sudah menjajaki kerja sama,” ujar Camat Karangan, Madnuh saat diwawancarai.
Produksi kakao di Karangan telah dikelola oleh kelompok tani yang tersebar di sejumlah desa. Sejalan dengan itu, inovasi dalam pengolahan kakao mulai berkembang pesat. Kini, biji kakao tidak hanya dijual sebagai bahan mentah, tetapi juga telah diproses menjadi cokelat batangan dan permen dengan cita rasa khas.
“Sekarang kita sedang kembangkan jadi produk cokelat, bukan hanya biji,” tuturnya.
Madnuh menjelaskan bahwa pengembangan produk olahan kakao ini mampu meningkatkan nilai ekonomi bagi para petani. Selain itu, peluang bagi UMKM lokal untuk tumbuh semakin terbuka, terutama jika produksi dapat ditingkatkan secara masif dengan dukungan mesin dan fasilitas pengolahan yang memadai.
Saat ini, Karangan tengah berupaya memperluas pemasaran produk kakao ke pasar nasional hingga ekspor. Beberapa pembeli luar negeri telah menunjukkan ketertarikan terhadap kualitas biji kakao Karangan yang dinilai memenuhi standar global.
Untuk mendukung peningkatan kapasitas industri olahan kakao, perangkat desa telah mengalokasikan anggaran melalui dana desa. Selain itu, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) juga menyiapkan bantuan berupa mesin pengolahan skala kecil yang diharapkan dapat meningkatkan kemampuan produksi dan kualitas kemasan.
Dengan perhatian yang semakin besar dari pemerintah dan dunia usaha, Karangan berpotensi menjadi pusat industri cokelat lokal di Kaltim. Jika seluruh rantai produksi dapat diperkuat, nama Karangan akan dikenal tidak hanya sebagai wilayah pertanian, tetapi juga sebagai daerah penghasil cokelat premium yang kompetitif di pasar global. Potensi besar ini menjadikan kakao sebagai salah satu tumpuan ekonomi masyarakat Karangan dan menjadi kebanggaan bagi Kutim.ADV
