Sangatta – Arfan, SE., M.Si Wakil Ketua ll DPRD Kutai Timur mengungkapkan pada saat sesi wawancara bahwa penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian tersebut bukanlah hal yang mudah untuk diraih.
Arfan juga menuturkan bahwa prestasi tersebut merupakan predikat yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
“Mendapatkan WTP itu kan tidak mudah. Mendapat pengakuan laporan keuangan yang terbaik berarti ada prestasi di situ yang wajib diperbaiki dan dipertahankan,” katanya.
Disisi lain, Arfan pun mengatakan bahwa secara pribadi ia merasa khawatir lantaran masih terdapat pekerjaan yang sampai saat ini belum juga dimulai kendati sudah masuk bulan kelima pada tahun 2024.
“Ya, kita, saya secara pribadi ini agak khawatir ini, khawatirnya sudah bulan 5 belum jalan, sehingga nanti kita berharap jangan ada silpa lagi lah, tapi ini kan saya dengar statement PU, Kadis PU itu optimis saja,” tuturnya.
Arfan mengatakan bahwa bulan 6 nanti pekerjaan tersebut diharapkan sudah bisa dimulai agar sampai bulan Desember nanti tidak ada lagi Silpa yang muncul lantaran anggaran yang tidak terserap secara keseluruhan.
“Ini kan bulan 5, bulan 6 ini sudah berjalan Sehingga masih perubahan lagi yang benar-benar Desember tidak ada Silpa,” tandasnya.
Arfan juga menekankan bahwa pihaknya terus memberikan motivasi, semangat dan dorongan kepada pihak-pihak terkait, lantaran tim pansus telah memanggil pihak dinas yang terkait dan menyatakan bahwa jangan sampai ada lagi Silpa untuk tahun 2024.
“Kita tetap beri motivasi, beri semangat, beri dorongan. Karena tim Pansus kan sudah memanggil teman-teman dinas terkait supaya tidak ada silpa untuk di 2024,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Arfan menanggapi tentang dipanggilnya dirinya oleh DPP Nasdem Kutim lantaran momen Pilkada yang sebentar lagi akan tiba. Dirinya menegaskan bahwa dia tidak akan maju jika tidak bersanding bersama partai PKS.
“Saya dipanggil di DPP, bagaimana soal Pilkada selalu saya bilang kalau tidak dengan PKS, saya tidak maju. Lalu kalau PKS tidak mau, ya saya tidak maju,” tegasnya. ADV
