Indeks

Yan: Perlu Pendekatan Khusus untuk Dorong Partisipasi Perempuan di Politik

DPRD Kutim, Yan.
DPRD Kutim, Yan.

Sangatta – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Kutai Timur, Yan, membantah anggapan bahwa rendahnya partisipasi perempuan dalam politik disebabkan oleh kemalasan. Dia menjelaskan bahwa alasan utama adalah sikap rasional perempuan dalam menilai peluang mereka untuk menang dalam pemilihan.

“Bukan malas mengurusi politik, tetapi perempuan berpikir lebih rasional. Kalau laki-laki, biarpun hanya ada 2% atau 3% kemungkinan menang, mereka pasti mau daftar. Tapi perempuan, kalau tidak yakin dengan peluang menang yang tinggi, sekitar 60% atau 80%, mereka tidak mau daftar,” ungkap Yan.

Ia menambahkan bahwa, berdasarkan wawancara dengan calon perempuan, banyak di antara mereka merasa pesimis mengenai peluang mereka untuk memenangkan pemilihan.

“Rata-rata yang kita wawancarai dan ajak untuk mendaftar mengatakan, ‘Tidak mungkin saya menang, Pak’,” ucap Yan.

Yan menekankan bahwa tantangan ini bukan disebabkan oleh keengganan perempuan untuk berpolitik, melainkan oleh persepsi mereka tentang peluang kemenangan. Ini menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih strategis untuk mendorong partisipasi perempuan, termasuk meyakinkan mereka tentang peluang yang ada dan memberikan dukungan lebih kuat dari partai politik.

“Dalam pemilihan legislatif 2024, kami sudah membuka peluang dan mendorong partisipasi perempuan. Namun, tetap sedikit sekali perempuan yang mau mendaftar sendiri,” jelasnya.

Yan meyakini bahwa perempuan cenderung mempertimbangkan aspek perasaan dan rasionalitas lebih mendalam, sehingga mereka lebih berhati-hati dalam memutuskan untuk terjun ke dunia politik.

Ia juga menekankan bahwasanya partai politik sudah berupaya mengakomodasi 30% keterwakilan perempuan sesuai regulasi. Namun, realisasi di lapangan masih memerlukan dukungan yang lebih kuat dari semua pihak, termasuk masyarakat.

Dengan penekanan pada perubahan pandangan dan peningkatan dukungan, Yan berharap partisipasi perempuan dalam politik akan semakin meningkat di masa mendatang, mengingat peran penting mereka dalam pembangunan dan pengambilan keputusan di tingkat legislatif.

“Ini adalah tugas bersama untuk terus mendorong dan memberikan dukungan agar perempuan merasa yakin dan berani terjun ke dunia politik,” tutupnya. ADV

Exit mobile version