Indeks

Hepnie Sebut Alasan Minimnya Penyerapan Anggaran 2023 Disebabkan Proses Tender Yang Memakan Waktu

DPRD Kutim, Hepnie Armansyah.
DPRD Kutim, Hepnie Armansyah.

Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur terus berusaha mengembangkan peradabannya dengan melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutim.

Dalam prosesnya pemerintah terus memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana publik yang memang kehadirannya dapat membawa dampak positif bagi kehidupan masyarakat dalam berbagai aspek.

Menanggapi tentang proyek multiers yang saat ini mengalami keterlambatan dari target realisasi yang diharapkan, Hepnie Armansyah, Ketua Komisi B DPRD Kutim mengatakan bahwa hal tersebut tentu menjadi bentuk evaluasi tersendiri bagi pihak pemerintah.

Dalam tinjauannya mengambil 4 sampel di 4 lokasi pekerjaan multiyears yang berbeda ia mengatakan bahwa seharusnya setiap pekerjaan multiyears tersebut harus diperiksa satu persatu.

“Kami ngajak itu 4 lokasi, 4 sampel. Pelabuhan Kenyamukan, drainase di Kenyamukan juga, jalan di Kaliurang, Simpang empat Kaliurang dari Simpang empat itu terus jembatan Bengalon jadi itu dicek kemarin,” ujarnya.

“Kami kan menyampaikan poin-poin tadi supaya Pak Bupati concern. Tiap paket-paket multiyears itu harus dicek satu-satu nih,” lanjutnya.

Hepnie menekankan bahwa pihaknya sebagai pemerintah DPRD berfokus perihal anggaran dan ia menyampaikan pula bahwa progres yang bisa dilakukan di lapangan seharusnya sesuai dengan budget anggaran yang ditetapkan.

Ia menambahkan bahwa jika progres yang terlaksana ternyata tidak maksimal dalam penyerapan anggarannya maka sisa anggaran tersebut akan menjadi Silpa dan tidak bisa diambil lagi tahun berikutnya.

“Nah, kami dengan pihak terkait di lapangan sudah sampaikan, konsen kami tentang anggaran, bahwa tahun ini misalnya cuman bisa 5 miliar, ya sudah itu saja progressmu. Kalau nggak, nggak bisa kamu ambil anggaran tahun lalu karena itu sudah masuk dalam skema MoU. Itu nggak bisa diambil karena sudah jadi Silpa yang tahun lalu,” tandasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Salah satu penyebab tidak maksimalnya penyerapan anggaran yang terjadi dikarenakan adanya proses tender yang memakan waktu cukup lama Bahkan ia menambahkan beberapa pekerjaan baru dimulai pada bulan 8.

“Saya memahami kenapa 2023 itu penyerapannya agak terkendala karena proses tender itu kan memakan waktu yang cukup lama bahkan beberapa proyek itu baru bulan 8 dimulai,” terangnya. ADV

Exit mobile version