Indeks

Aliran Air PDAM ke Tepian Langsat Terhalang Jarak, Joni: Memang Belum Ada Pusatnya.

Ketua DPRD Kutim, Joni.
Ketua DPRD Kutim, Joni.

Sangatta – Dalam masa resesnya, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kutai Timur, Joni mengunjungi desa Sepaso di Bengalon untuk melakukan serap aspirasi dari warga yang memang menjadi dapilnya.

Dalam sesi wawancaranya pada tim media, menanggapi persoalan penyediaan aliran listrik di Tepian Langsat, terlebih daerah itu merupakan jalan poros, Joni menegaskan bahwa ia telah melakukan koordinasi dengan pihak PLN, kendati demikian saat ini memang masih harus menunggu realisasi anggaran dari pusat.

Joni pun juga menambahkan bahwa warga di daerah tersebut memang sudah layak mendapatkan prioritas pemasangan PLN maupun PDAM, kendati sudah tergolong menengah keatas, mengingat penduduk disana yang rata-rata memiliki kebun.

“Kalau memang itu bisa turun, ya diprioritaskan disana, karena memang itu desanya itu sudah layak. Artinya menengah ke bawah itu sudah dilewati, mau hampir ke atas menengah itu. Karena pada rata-rata punya kebun semua kan,” ujarnya.

Kendati demikian, jika melihat pada penyediaan saluran PDAM, Joni berkata bahwa aliran induknya memang terhitung masih jauh dari lokasi tersebut, hal itu juga dikarenakan pusatnya belum tersedia.

“Cuma kalau saluran PDAM memang masih jauh itu, kalau PDAM. Masih jauh di sana itu PDAM. Karena pusatnya belum ada. Beda kalau Rantau Pulung kan, Ranta Pulung pusatnya ada sehingga teralir semua dari sembilan desa itu. Selesai berjalan lah, tinggal beberapa desa yang belum,” tandasnya.

Namun berbeda pada daerah Rantau Pulung yang memiliki pusat sumber air sehingga mampu mengaliri sembilan desa. Lebih lanjut, untuk daerah Bengalon, Joni berkomentar bahwa kemungkinan baru akan diaktifkan tahun ini.

“Nah kalau yang di sana itu daerah Tepian Langsat memang belum ada pusatnya itu. Pusatnya di Bengalon. Di Bengalon juga masih, mungkin baru tahun ini baru betul-betul diaktifkan itu,” ucapnya.

Joni berujar bahwa untuk menjangkau Tepian Langsat, harus menempuh jarak ratusan kilometer, dan tentu bukan pekerjaan yang mudah. Namun akan berbeda ceritanya jika ternyata jika daerah tersebut membuat sumber air sendiri, sehingga justru mampu mengaliri ke daerah-daerah lain.

“Nah untuk menjangkau ke sana kan ratusan kilo. Ya kecuali dia bikin lagi di sana, bikin lagi tempatnya. Nah nanti baru dia bisa mengalirkan ke desa-desa yang lain,” pungkasnya. ADV

Exit mobile version