Kutai Timur – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Timur, Achmad Junaidi, menekankan pentingnya kualitas dalam setiap program yang dijalankan, bukan hanya pencapaian serapan anggaran. Dalam pembukaan Bimtek SPIP Terintegritas dengan tema penurunan prevalensi stunting dan manajemen risiko, Junaidi menjelaskan bahwa keterlibatan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) sangat diperlukan untuk memastikan setiap kegiatan terencana dan terukur dengan baik.
“Kita menghadirkan BPKP di sini agar semua yang kita lakukan jelas terukur dan terencana. Jangan sampai kegiatan hanya sekadar gugur kewajiban dengan serapan bagus, tapi tanpa kualitas yang baik,” ujar Junaidi. Ia menambahkan, pentingnya koordinasi lintas sektor untuk memastikan arah pelaksanaan program sesuai sasaran.
Junaidi juga telah memberikan arahan kepada panitia dan tim perencana dalam pelaksanaan kegiatan Bimtek ini agar setiap langkah dihitung secara teliti. “Saya tekankan kepada BP2KB untuk benar-benar menghitung perencanaan program ini,” lanjutnya.
Melalui Bimtek ini, DP2KB Kutai Timur berharap setiap program yang dijalankan tidak hanya mencapai serapan maksimal, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam menurunkan prevalensi stunting di wilayah tersebut, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak terkait. (SH/ADV)
