Kutai Timur – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP2KB) Kabupaten Kutai Timur, Achmad Junaidi, mengungkapkan perkembangan positif dalam penurunan jumlah keluarga berisiko stunting di wilayahnya. Berdasarkan data terbaru, sejak awal tahun 2023, jumlah keluarga berisiko stunting mengalami penurunan yang signifikan.
“Pada triwulan pertama tahun 2023, angka keluarga berisiko stunting tercatat sekitar 19.000 orang,” ujar Junaidi dalam acara “Pembukaan Bimtek SPIP Terintegritas, Tematik Penurunan Prevalensi Stunting dan Manajemen Risiko.” Data tersebut, lanjutnya, adalah kondisi sebelum ia menjabat sebagai Kepala DP2KB.
Setelah ia dilantik pada Juni 2024, angka keluarga berisiko stunting berhasil ditekan menjadi sekitar 15.000 orang, dan menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional, jumlahnya kembali turun menjadi sekitar 12.000 orang. “Ini menunjukkan dedikasi dan kerja keras seluruh jajaran, mulai dari kepala bidang, penyuluh lapangan, camat, hingga kader di tingkat desa,” tambah Junaidi.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Kutai Timur atas kontribusi mereka dalam percepatan penurunan stunting. “Penurunan ini hasil kolaborasi yang solid,” pungkasnya. (SH/ADV)
