Kutai Timur – Lahan yang dahulu tak banyak dilirik, kini menjelma menjadi sumber harapan baru bagi masyarakat Batu Ampar. Tanah yang sebelumnya hanya dilewati angin senja, perlahan berubah menjadi pusat kehidupan berkat kerja keras para petani yang tak pernah lelah menghadapi berbagai tantangan. Semangat yang sempat diuji bertahun-tahun, kini mulai membuahkan hasil manis.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kutai Timur, Dyah Ratnaningrum, menjelaskan bahwa Kecamatan Batu Ampar saat ini menjadi salah satu kebanggaan daerah dalam pengembangan komoditas lokal. Perkembangan tersebut tidak hanya memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan bagi wilayah lain di Kutai Timur.
Salah satu komoditas unggulan yang mencuri perhatian adalah nanas Batu Ampar. Hasil panen nanas yang berkualitas tinggi membuat daerah ini semakin dikenal luas. Perhatian publik pun meningkat, terutama karena kualitas buah yang mampu bersaing dan menjadi nilai tambah bagi petani lokal.
“Potensi besar seperti komoditas lokal nanas dari Batu Ampar menjadi contoh bagi daerah lain. Pemerintah tentu tidak tinggal diam, kita akan terus memberikan dukungan agar pengembangannya semakin optimal,” ujar Dyah.
Lebih dari sekadar komoditas, nanas Batu Ampar menyimpan makna perjuangan. Buah ini lahir dari tangan-tangan petani yang terampil dan berdedikasi, mencerminkan ketekunan serta semangat yang tidak pernah padam. Dari kebun yang sederhana, lahirlah kesejahteraan baru bagi masyarakat, sekaligus bukti nyata bahwa kerja keras dan kesungguhan akhirnya mampu mengubah wilayah yang dahulu terlupakan menjadi pusat pertanian yang menjanjikan. (SH/ADV)
