Kutai Timur — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis digital melalui beragam inovasi teknologi. Langkah ini menjadi bagian penting dari program Kota Hebat, pilar ketiga dalam visi besar “Kutim Hebat 2029” yang menekankan tata kelola pemerintahan yang efisien, terbuka, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, menegaskan bahwa digitalisasi bukan sekadar mengikuti perkembangan zaman, tetapi merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kualitas layanan pemerintah. Dengan digitalisasi, masyarakat dapat mengakses berbagai layanan dari mana saja tanpa harus datang langsung ke kantor pemerintahan.
“Kita ingin layanan pemerintah bisa diakses dari mana saja, cepat, transparan, dan ramah masyarakat,” ucap Ardiansyah dalam sambutannya.
Sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) kini mulai mengembangkan dan menerapkan berbagai aplikasi dan sistem digital, seperti layanan administrasi kependudukan online, sistem perizinan digital terpadu, hingga dashboard laporan pembangunan yang dapat dipantau secara real-time. Kehadiran sistem ini tidak hanya mempercepat pelayanan, tetapi juga mendorong efisiensi anggaran serta memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui transparansi.
Ardiansyah juga menyampaikan bahwa perkembangan teknologi informasi harus dijadikan momentum bagi birokrasi untuk memperbarui mekanisme kerja sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan pemerintah.
“Era digital bukan ancaman bagi birokrasi, tapi peluang untuk membangun kepercayaan rakyat,” ujarnya.
Transformasi digital yang terus digenjot ini diharapkan mampu menjadikan Kutai Timur sebagai model pemerintahan cerdas di Kalimantan Timur. Dengan sinergi antara teknologi, efisiensi, dan pelayanan yang humanis, Pemkab Kutim berkomitmen menghadirkan pelayanan publik yang cepat, terbuka, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. (ADV/TS)
