Kutai Timur – Menjelang masa purnabakti pada 1 Desember mendatang, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur, Darsafani, mengungkapkan dua gagasan besar yang selama ini menjadi fokus perhatiannya dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Dua proyek yang dimaksud adalah pembangunan pusat perbelanjaan modern (mall) dan pengembangan penangkaran buaya di wilayah Kutim.
Menurutnya, keberadaan mall menjadi sangat penting untuk menekan kebocoran ekonomi daerah. Selama ini, masyarakat Kutai Timur masih banyak membelanjakan uangnya ke kota-kota tetangga seperti Bontang dan Samarinda.
“Kalau masyarakat terus belanja ke luar, maka perputaran uang di Kutim jadi kecil,” ungkapnya kepada awak media.
Meski demikian, Darsafani menegaskan bahwa pembangunan mall tidak bisa dilakukan sembarangan. Investor akan mempertimbangkan berbagai hal, mulai dari jumlah penduduk, potensi daya beli, hingga ketersediaan lahan yang strategis dan cukup luas.
“Pembangunan mall itu melalui perhitungan yang matang,” jelasnya.
Selain sektor perdagangan modern, Darsafani juga menaruh perhatian besar pada potensi penangkaran buaya. Program ini bahkan telah masuk dalam agenda prioritas Bupati Kutai Timur.
Ia menilai, penangkaran buaya memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi kawasan wisata edukasi, pusat penelitian, sekaligus industri turunan seperti kulit dan daging.
Namun, seperti proyek lainnya, kehadiran investor tetap bergantung pada kelayakan usaha, termasuk ketersediaan pakan yang berasal dari peternakan lokal.
Di tengah berbagai rencana yang belum tuntas itu, Darsafani mengonfirmasi bahwa dirinya akan resmi memasuki masa pensiun pada 1 Desember mendatang.
“Saya pamit, per 1 Desember ini sudah pensiun,” tuturnya.
Meski akan mengakhiri masa jabatannya, Darsafani berharap gagasan yang telah dirintis dapat diteruskan oleh pimpinan berikutnya. Baginya, pembangunan daerah tidak berhenti pada satu sosok, melainkan merupakan kerja panjang yang harus dijaga bersama.
Ia optimistis, dengan kolaborasi pemerintah dan investor, Kutai Timur dapat menjadi daerah yang lebih mandiri dan kuat secara ekonomi di masa depan. ADV
