Indeks

PUPR Kutim Perkuat Profesionalisme Tenaga Konstruksi Lokal Lewat Sertifikasi

Kutai Timur — Dinas Pekerjaan Umum dan Jasa Konstruksi (PUPR) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menegaskan pentingnya sertifikasi bagi tenaga kerja konstruksi lokal sebagai langkah strategis untuk meningkatkan profesionalitas, keselamatan kerja, serta daya saing di sektor jasa konstruksi. Pada tahun ini, sekitar 200 pekerja konstruksi lokal ditargetkan mengikuti program pelatihan dan sertifikasi resmi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas PUPR Kutim, Joni Abdi Setia, menyampaikan bahwa sertifikasi bukan sekadar memenuhi syarat administratif dalam proyek pembangunan, tetapi juga memberikan kepastian hukum, jaminan keselamatan kerja, serta perlindungan upah bagi para pekerja.

“Kami mengutamakan tenaga kerja lokal. Namun tentu mereka juga harus memiliki kemampuan teknis yang diakui secara resmi melalui sertifikasi,” ujar Joni saat ditemui awak media.

Ia menjelaskan, melalui sertifikasi, pekerja konstruksi tidak hanya memiliki keterampilan yang terstandar, tetapi juga dapat meningkatkan peluang kerja dan penghasilannya. Hal ini dinilai penting seiring meningkatnya kebutuhan tenaga profesional di berbagai proyek strategis yang tengah berjalan di Kutim.

Dalam pelaksanaannya, PUPR Kutim masih menemukan kendala administrasi, terutama terkait status domisili sebagian tenaga kerja lokal yang masih ber-KTP luar daerah. Meski demikian, pemerintah tetap memberikan solusi agar mereka tetap bisa mengikuti program ini.

“Kita menyiasatinya dengan menggunakan surat keterangan domisili agar tetap bisa mengikuti sertifikasi,” jelasnya.

Selain sertifikasi kompetensi, pelatihan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi bagian wajib dalam program tersebut. Pelatihan ini dinilai sangat penting, terutama bagi pekerja yang terlibat dalam proyek-proyek berisiko tinggi, seperti pembangunan pembangkit listrik, jembatan, dan infrastruktur berat lainnya.

“Tujuannya agar risiko kecelakaan kerja dapat ditekan semaksimal mungkin,” tambah Joni.

Ia berharap, melalui sertifikasi dan pelatihan K3, tenaga kerja lokal Kutim dapat menjadi lebih profesional, kompeten, dan berdaya saing tinggi.

“Dan nantinya juga bisa diakui di daerah sendiri, sekaligus mendukung kualitas proyek konstruksi yang aman dan sesuai standar,” pungkasnya.(ADV)

Exit mobile version