Indeks

Pembangunan Air Bersih Kutim Dipandu Data Stunting: Keluarga Berisiko Jadi Prioritas Utama Proyek Infrastruktur

Kutai Timu- Program pembangunan jaringan air bersih di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) kini diarahkan lebih presisi dengan memanfaatkan data Keluarga Berisiko Stunting (KRS) sebagai kompas penentuan prioritas. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi, menegaskan bahwa akses air layak merupakan faktor fundamental yang menentukan kualitas kesehatan keluarga.

“Sanitasi dan air minum yang tidak layak itu sangat berpengaruh terhadap risiko stunting. Karena itu harus kita atasi dari hulunya,” ucap Junaidi kepada awak media.

Pemetaan berbasis data menunjukkan bahwa masih banyak keluarga di Sangatta Utara yang memenuhi indikator risiko hanya karena mereka mengandalkan sumber air yang tidak teruji (seperti air hujan, sumur, dan sungai), yang menempatkan mereka dalam kondisi rawan infeksi dan gizi buruk.

Menurut Junaidi, infrastruktur jaringan air bersih harus dibangun lebih terencana. Ia mencontohkan:

“Kalau desa itu tertinggi angka risikonya, maka bangun dulu jaringan air bersih di sana. Setelah itu, baru OPD lain menyusul untuk pemasangan sambungan rumah tangga,” jelasnya.

Ia memastikan bahwa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait (Dinas Pekerjaan Umum/PU dan PDAM) sudah mulai diarahkan bekerja dengan pola baru yang lebih fokus sasaran. DPPKB akan mendampingi dengan data by name by address (BNBA) agar intervensi benar-benar tepat manfaat.

DPPKB juga membuka peluang kolaborasi dengan Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan, khususnya bagi desa-desa yang berdekatan dengan kawasan industri, untuk perluasan sambungan PDAM atau instalasi air bersih secara gratis.

“Kita ingin semua pihak bekerja dengan rujukan data yang sama. Dengan begitu, tidak ada lagi program yang ‘menembak angin’,” terangnya.

Dirinya menambahkan bahwa ketersediaan air bersih akan berdampak langsung pada upaya peningkatan kesehatan keluarga, terutama pada ibu hamil dan balita.

“Kalau keluarga ini sehat dari sisi lingkungan dan kebutuhan airnya, kita sudah memenangkan [pencegahan stunting],” tutupnya. ADV

Exit mobile version